Selalu saja membayang yang namanya 'masalah'. Entah itu masalah ringan maupun berat sekalipun. Namun apa sih masalah itu sebenarnya ? Masalah yang kalo bahasa inggrisnya itu 'problem' merupakan keadaan dimana seseorang menyadarinya bahwa keadaan itu tidak sesuai dengan apa yang ia inginkan. Benar sekali jika masalah memang selalu datang disaat yang tidak kita harapkan. Bahkan dengan datangnya masalah itu sendiri, bisa membuat mood atau perasaan kita berantakan seketika. Masalah tidak memiliki batasan, tidak memiliki ukuran. Lalu bagaimana kita tahu kalau kita sedang dalam masalah ? Pikir aja sendiri hehehe. Disaat kita mendapatkan masalah, dunia rasanya mendadak
Alhamdulilah akhirnya selesai juga salah satu ujian yang ada di 2010 ini. Sebenarnya masih banyak ujian yang lain yang masih menunggu dekat-dekat ini. Yaa lumayanlah beban jadi berkurang sedikit. Tapi entah mengapa, gara-gara UN sudah lewat, rasanya terlalu santai. Padahal masih ada Ujian Praktek, UAS, serta Ujian Masuk PTN. Waaah masih panjang sebenarnya, jujur aja ya, hati ini rasanya udah gak kuat lho.
Kalau ibarat kayu, sudah mulai lapuk gitu.
Entah mengapa akhir-akhir ini, salah satu provider internet, spee*y, kecepatannya semakin melambat. Sungguh amat menyedihkan. Padahal saya selalu rajin membayar tepat waktu -____- baru mau buka blogger saja, mesti loading sampai sangat lama. Lantas bagaimana saya bisa nge-post ? Alhamdulilah selalu ada jalan. Dengan memanfaatkan e-mail tentunya. Kemudian saya
Senin 15 Maret 2010, sungguh amat tragis. Seperti biasa datang ke sekolah sebelum jam 7 pagi. Setibanya di kelas, terlihat sahabatku nanda yang sedang diam ditempat duduknya. Dia bilang, "kok lo gak sedih sih dam ?", saya bingung dengan apa yang ia bicarakan. "sedih kenapa ?", tanya saya. "itu bokapnya asep meninggal, emang lo gak tau ?", inalillahi pagi ini dikejutkan dengan berita duka dari seorang teman yang sangat saya sayangi. Pantas saja mabit yang diadakan hari sabtu malam kemarin, ia tidak tampak batang hidungnya. Benar-benar syok saya saat itu, gimana dia sekarang ? siapa yang
Hari Jum'at kali ini, tepatnya H-10 sebelum Ujian Nasional. Tidak banyak hal menarik yang ada pada hari ini. Hanya beberapa perenungan untuk dijadikan pembelajaran serta motivasi kedepannya. Berbeda dengan hari hari jum'at sebelumnya. Pagi hari saya mulai membaca sebuah koran, melihat berbagai macam hal yang sekiranya bisa menambah wawasan saya. Di dalam bacaan itu, terdapat suatu artikel yang membahas tentang Ujian Nasional. Sebagai salah seorang peserta Ujian Nasional, hati saya tergerak untuk membaca artikel tersebut. Sang penulis artikel disana cenderung netral dengan adanya Ujian Nasional ini.
Ingin menjelaskan apa itu seni yang sebenarnya sangat sulit untuk diungkapkan lewat kata-kata. Dunia seni begitu luas, hampir tidak ada batasan akan seni. Seni tidak memiliki aturan, tidak memiliki hal hal yang wajib dilaksanakan. Semua hanya bergantung pada pencitraan kreativitas dari sang seniman tersebut. Seperti yang kita tahu pula, banyak sekali cabang seni yang ada. Ada Seni Rupa, Seni Musik, Seni Tari, Seni Bela diri, Seni Kuliner (pikiran gue makan mulu), Seni Sastra, dan masih banyak lagi seni lainnya.
![]() |
| seni tatoo |
PERSYARATAN
1. Seleksi
- Lulus Ujian Satuan Pendidikan dan Ujian Nasional SMA/MA/SMK/MAK atau yang setara tahun 2008, 2009 dan 2010.
- Sehat
- Tidak buta warna bagi program studi tertentu.
Pepatah tentang 'Awalnya pahit, Akhirnya manis' memang sangat banyak sekali. Entah ada angin apa saya ingin sekali menulis tentang hal tersebut. Banyak pengalaman yang memang sesuai dengan pepatah itu. Pepatah tersebut memang menjadikan kita optimis dan terus berusaha untuk menjadi yang lebih baik. Saya tersenyum seketika dari ke-bete-an yang ada dihati, ketika mendengar kata-kata itu dari guru saya. Senyum kecil yang tidak menampakan gigi-gigi tajamku ini. Bukan nyengir, bukan pula cengengesan. Tapi senyum bangga, dan yakin bahwa semua hal memang awalnya pahit, tapi optimis jika pada akhirnya akan menjadi manis.
Sungguh sangat cepat waktu telah bergulir. Banyak hal yang sudah saya alami hingga kini saya berumur 17 tahun, dan tak lama lagi mungkin akan meninjak tahun berikutnya. Luar biasa Ujian Nasional SMA kini sudah ada di depan mata. Namun, persiapan yang telah dilakukan belum seberapa. Terus saja merasa kurang dan kurang. Kalau bisa bilang sama pak mentri, tolong mundurin UN 1-2 minggu lagi. Masih mau belajar lebih lama dan lebih banyak. Belum lagi mempersiapkan Ujian Masuk Perguruan Tinggi. Dan selalu sama dari tahun ke tahun, Perguruan Tinggi Negeri lebih banyak peminatnya, juga membuatnya secara tak langsung menjadi sulit sedemikian rupa.
Belajar dari pengalaman, bahwa kegagalan dan kehilangan adalah sesuatu yang amat menyakitkan. Namun belajar hikmahnya saja ternyata tidaklah cukup. Berusaha untuk bisa menjadi lebih baik, itu yang sedang diusahakan. Tapi gak segampang yang dimimpikan. Begitu pula dengan usaha mendapatkan hati seseorang, seperti mendaki tebing curam tanpa pengaman. Sekali jatuh mungkin tewas tertusuk karang dan membusuk di ganasnya ombak. Singkatnya target yang dihadapi dekat-dekat ini masih ada beberapa, dan cukup sulit. Namun apabila satu target telah mampu dilalui, saya yakin selanjutnya akan lebih dimudahkan. Yang terpenting, ingat untuk terus berdoa agar dimudahkan menghadapi ujian, dan semoga saya dan dia takkan pernah terpisahkan.
Saya kira hari ini bisa jadi permulaan yang baik, maju kedepan dan gak mundur lagi. Sudah berharap, tapi ternyata gagal. Padahal malam ini adalah kesempatan yang sudah lama saya nanti. Saya sungguh takut, esok hari saya sudah tidak punya waktu lagi untuk bisa mengungkapkan. Saya pun sungguh teramat cemas, apabila lelaki itu mendahului saya. Tapi mungkin ini memang kesalahan saya sendiri, sehingga malam ini gagal. Dengan berbekal uang secukupnya di dompet, dan membawa sepeda motor, saya mengitari pemandangan malam di sekitar bekasi. Selama dijalan, menunggu smsnya, apakah ia sudah keluar ?
Sempat berputar putar Giant, PPI, bahkan melewati rumahnya yang nampak gelap dari luar. Beberapa saat kemudian sms pun masuk. Segeralah ku buka walau masih dalam keadaan mengemudi, ternyata ia sudah berada dirumah. Oh, naas sekali nasibku kali ini. Berharap, membayangkan, yang ternyata satu jam lebih berputar putar ternyata tidak ada gunanya. Mau marah pun bagaimana ? perasaan yang ada bukan ingin marah. Tapi hanya sekelumit kekecewaan, karena ternyata diri ini terlalu banyak 'bercanda', tidak serius sehingga semua perkataan seolah bualan saja.
Jadi teringat dengan kisah seorang penggembala domba, yang berteriak ada serigala yang ingin memakannya. Ketika penduduk hendak menolongnya, ia hanya tertawa, karena dia telah membohongi penduduk. Sampai yang ketiga kalinya, ketika serigala sesungguhnya datang hendak memangsanya. Teriakan sekencang apapun tidak di hiraukan oleh penduduk. Dan akhirnya ia tewas dimakan serigala.
Seburuk itukah saya ? sesungguhnya tidak ada satu pikiran pun yang ingin membohongi orang yang saya sayang. Namun karena ketidakseriusan saya yang ternyata menjadi bumerang bagi saya sendiri., yang padahal saya sebenarnya sudah serius. Semoga dengan apa yang terjadi pada 'Satnite' ini, tidak terulang kembali. Dan semoga saya bisa lebih bersabar atasnya.





