"Jalur dua dari utara segera masuk krl tujuan bekasi" nyaring suara lelaki dibalik TOA pada sudut-sudut stasiun cikini. Pandanganku yang tak bisa diam, selalu mengamati kegiatan lalu-lalang manusia-manusia yang bertebaran didepanku. Dengan angkuh, aku duduk di peron area tunggu wanita bersama seorang bapak tua yang mengenakan jaket serba hitam. Masih menunggu kedatangan kereta bekasi, tak terasa aku sudah berada disini sejak 20 menit lalu. Mungkin akan terlihat membosankan menunggu tak jemu, namun mengamati wajah-wajah dan tingkah laku orang lain sudah menjadi hiburan tersendiri buatku.
Hai, setelah beberapa tahun terakhir saya menggunakan tampilan blog seperti ini, rasa-rasanya kalau di lihat seksama, agak alay ya.. *sigh. Mengingat umur saya yang kini sudah menginjak 22 tahun, sebaiknya saya coba menata ulang tampilan blog ini lebih fresh dan lebih mencerminkan tingkat kematangan dari pribadi sendiri. Terlebih waktu yang saya miliki sekarang relatif lebih luang karena tidak memiliki kesibukan pada akhir pekan.
Seringkali profesi arsitek dibanding-bandingkan antara penggiat dalam negeri dengan para profesional asing. Tentu dengan beragamnya referensi yang terpapar di internet tentang keberagaman bentuk yang didesain oleh arsitek luar negeri, memberi keyakinan lebih untuk menganggap arsitek luar negeri lebih kreatif. Arsitek lokal seolah dipandang sebelah mata dalam menangani proyek berskala besar. Salah satunya adalah calon tower tertinggi di indonesia yang dikerjakan oleh konsultan amerika. sayangnya arsitek lokal hanya dipercaya sebagai peng-konversi gambar kerja agar dapat diaplikasikan di lapangan. Apakah arsitek dari dalam negeri begitu sulit bersaing dengan para arsitek asing?
Keduanya merupakan superhero besutan DC Comics yang saat ini sedang naik daun. Berbeda dengan Marvel yang lebih sukses mengangkat beberapa superheronya di film layar lebar, DC mengambil langkah dengan mengangkatnya kedalam Serial TV. Dan tanpa disangka, kedua serial ini sukses diterima oleh masyarakat. Serial ini bisa ditonton langsung via TV kabel, Youtube atau bahkan bisa juda di download secara legal via itunes. Kalau free download juga bisa, tapi cari sendiri yah hehe.
| Junior divisi 2 Airmas, edisi ke Kokas |
Gawat! Domain fahryadam.com yang biasa terpampang di blog ini terpaksa hilang. Domain tersebut bukanlah domain gratisan, melainkan berbayar. Sayangnya gue lupa memperpanjang, lebih tepatnya, pihak jasa ke-3 yang memberi bantuan tidak mengingatkan! alhasil domain gue kena masa redemption selama 60-75 hari kedepan. Selama masa itu, kita tidak dapat memperpanjang domain kita dengan harga normal, melainkan 10x lipat. Jadi buat yang ada rencana pasang domain, jangan sampe kelupaan deh. Soalnya masa langganannya tuh setahun, jadi lupa gitu. Sekarang gue bakal berkutat di blogger lagi untuk 2 sampai 3 bulan ke depan. Enjoy!
Kehidupan dapat dianalogikan sebagai sebuah buku. Bayangkan ketika semua manusia memegang buku kehidupannya masing-masing. Setiap orang terlahir dengan buku kosong yang akan ia tulis sendiri. Ada yang tebal, dan ada yang tipis. Bukan menandakan umur seseorang, melainkan pengalaman yang ia torehkan dalam tiap lembaran buku tersebut. Anggap saja sebuah binder note yang isinya dapat kita tambah sewaktu-waktu. Semakin banyak momen dan detail, semakin tebal pula buku kehidupannya.
Penikmat musik sejati, terutama bagi kalangan yang tak sungkan merogoh kocek lebih dalam untuk memenuhi kepuasan bermusik tentu tidak asing dengan brand Audio Technica. Salah satu pemain lama di bidang instrumen musik asal jepang. Baru-baru ini terselenggara sebuah pameran Indocomtech di Senayan, secara sengaja saya mencoba meluangkan waktu untuk melihat-lihat dan membandingkan beberapa brand audio. Ada merk lain yang tak kalah tenar seperti Sennheiser, Bose, AKG, Marshall, Phillips hingga Sony yang memamerkan produknya kali ini.
Udah lama banget gue gak ngepost disini, maklum yee sekarang uda sibuk kerja (baca:sibuk bangeet). Sibuknya gue sekarang memang belum sekelas eksekutif yang mondar-mandir meeting di hotel mewah dengan fasilitas kelas atas. Gue hanya buruh gambar. Setiap hari yang gue lakukan adalah berada di depan komputer untuk mencari ribuan alternatif desain untuk diajukan. Dan setiap hari jum'at gue meluncur ke lapangan, untuk berpanas-panas ria sambil meeting ditemani sepiring snack lontong dan aqua gelas.
Menjadi seorang arsitek tentunya sudah merupakan impian dari para mahasiswa teknik arsitektur pada umumnya. Namun faktanya memang benar bahwa tidak semua mahasiswa arsitektur yang baru lulus akan mengambil jalur untuk menjadi seorang arsitek. Perjuangan dan waktu yang harus ditempuh agar dapat menjadi arsitek profesional memang tidak mudah. Profesi ini sendiri banyak dikait-kaitkan dengan beberapa kategori industri seperti konsultan, developer dan kontraktor. Ada pula mahasiswa yang mengambil jalur bersebrangan, seperti masuk ke pertambangan, atau bahkan dunia perbankan. Semua pilihan sah-sah saja, karena sumber rejeki memang banyak sekali jalannya.




