Jam dinding terus berdetak, suaranya samar-samar dari kejauhan namun masih dapat kudengar. Ruangan ini begitu putih, terlalu bersih untuk perabotan serba hitam sebagai pengisinya. Tak terasa sudah lima belas menit kudapati diriku duduk termenung. Ada yang salah. Ada yang tidak beres. Namun apa? Bukan introvert namanya jika tak memikirkan hal-hal sepele yang dapat terngiang-ngiang begitu lama. Kaos tidur polos dan celana pendek, seragam wajib sebelum tidur. Sayangnya otak ini masih terus berputar, mencari jawaban atas ketidakberesan yang menampar keheningan didalam hati.
Entah mengapa saya percaya dengan hal itu, meski terkadang saya kerap melakukanya. Pernahkah kamu menginginkan sesuatu? namun karena harga dirimu yang teramat tinggi, kamu menolaknya, dengan harapan ingin ditanya kembali, ingin lebih "paksa aku". Pada akhirnya kamu tidak mendapatkan apa-apa. Apakah terlalu sulit untuk mengungkapkan keinginan? tidak. Namun bagaimana cara kita mengungkapkan keinginanlah yang harus diperhatikan.
Berhati-hatilah saat kamu berucap. Mungkin apa yang kamu ucapkan menyinggung perasaan orang lain. Tidak hanya berucap, dijaman modern ini, "menulis" bisa jadi merupakan pisau yang lebih tajam daripada ucapan. Era yang serba canggih memungkinkan kita untuk berkomunikasi melalui telepon genggam yang semakin berkembang. Merebaknya fitur chatting dan dunia sosial media menjadi fokus tersendiri bagi masyarakat di semua kalangan. Ada yang menanggapi secara dingin, ada pula yang merasa dunia akan berakhir jika sedetik saja tanpa ponsel.
Baru aja saya ngecek memory di iPhone, dari 32GB ternyata sisa 1 GB omg! Perasaan ini hape isinya cuma foto-foto dan lagu. Gak banyak pula lagunya, cuma 300 lagu. Game? ada sih beberapa seperti Clash of Clan. Terus darimana tuh penyumbang memori terbanyak? Akhirnya saya coba telusuri lebih dalam.
Melanjutkan cerita liburan di Pantai Sawarna yang sempat tertunda pada artikel ini "Sawarna Hari Pertama"
Hari kedua merupakan inti dari liburan di sawarna. Pagi pagi sekali, sekitar jam 5 pagi kami sudah harus siap untuk menikmati sunrise di pinggir pantai. Maknyus! dengan empat buah motor beserta abang ojeknya yang sudah stand by di depan penginapan, kami pun langsung capcus. Tak lupa segala peralatan narsis kami bawa demi menunjang eksistensi dan harga diri *apasih ini??*
Hidup bukanlah tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah. Bagiku, hidup hanya sebatas proses dimana manusia ditantang untuk melewatinya dengan segala suka maupun duka. Proses itu yang menjadikan manusia kelak berada di tempat terakhir yang lebih pantas, dimana segala sesuatunya akan mencapai akhir tanpa koma yang juga sebagai sebuah penutup dan ditandai dengan titik.
Pada dasarnya semua makhluk adalah penakut. Kalimat tersebut sejatinya untuk membiaskan inti daripada topik ini bahwa sayalah yang penakut.. oke fine. Ya, apakah kamu tahu apa yang kamu takuti? takut adalah sesuatu yang wajar. Diambil dari bahasa Latin, Ta Kut yang artinya Tali Kutang.. 😂
Menghabiskan waktu luang tentunya dapat dilakukan dengan berbagai kegiatan, salah satunya adalah berwisata ke tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi. Rasanya tidak lengkap jika berwisata ke tempat-tempat menarik tanpa menceritakannya ke orang lain. Bukan maksud pamer, ada sih sedikit hahahaha, beberapa tempat menarik ini akan saya ulas sedikit, terutama bagi teman-teman yang ada keinginan untuk berwisata di daerah jabodetabek tanpa menghabiskan banyak uang dan tergolong cukup murah. Tepatnya hari sabtu 16 mei 2015, saya bersama lishin, indah dan merlin mengunjungi kawasan wisata di sekitar sentul, Gunung Pancar dan Curug Lewi Hejo.
![]() |
| salah satu spot favorit sawarna |
Berita duka datang dari dunia hiburan tanah air. Salah satu presenter terkenal yang namanya mencuat dari acara musik pagi, "dahsyat" secara mengejutkan meninggal dunia pada Jum'at, 27 Maret 2015 sore lalu. Berita ini awalnya mendapat respon sebagai berita bohong, karena berita sejenis sudah pernah beredar melalui broadcast media beberapa waktu silam.




