Hmm gimana ya nanggepinnya? haha! tak terasa blog ini akan berusia 9 tahun. Sejak post pertama pada tanggal 16 September 2008 lalu, saya jadi mereview kembali apa yang saya tulis kala itu. Postingannya dapat kamu lihat disini "Posting Perdana". Menarik sekali apa yang saya tulis pada saat itu. Saya tak terpikir bahwa blog ini bisa mencapai 400+ post hingga saat ini, meskipun bisa dibilang masih kurang produktif. Terlebih dijaman yang serba canggih, rasanya minat baca masyarakat dunia maya semakin rendah. Kecenderungan untuk lebih memilih media audio visual lebih diminati ketimbang tulisan.
Fotografi merupakan salah satu seni digital yang kini sedang digeluti banyak orang. Dengan demikian hal itu menjadi tidak terlepas dari bahaya penipuan yang dilakukan oleh penjual alat fotografi. Cukup sering terdengar cerita tentang orang yang merasa menyesal telah membeli produk fotografi setelah terbujuk rayuan oleh sang penjual. Ketika memilih perangkat fotografi yang tentunya tidaklah murah, wajar jika kita sudah melakukan riset dan perbandingan sebelum membeli produk tersebut. Sayangnya masih banyak yang terjebak dalam perangkap penjual, dengan modus mengalihkan keinginan kita menjadi produk lain yang sebenarnya belum tentu lebih baik atau sesuai keinginan kita. Pepatah mengatakan, "baik" dalam menjual bukan berarti "baik" kepada pelanggan.
Rasanya seperti baru kemarin jadi mahasiswa lagi, sekarang sudah dihadapkan dengan Ujian Akhir Semester pertama. Berbeda dengan UAS pada jaman saya menjadi mahasiswa Arsitektur, mengikuti UAS di jurusan manajemen proyek memiliki tantangan tersendiri. Bila dulu saya lebih banyak dihadapkan dengan tugas dalam menjelang UAS, kini tidak hanya tugas, namun juga ujian tertulis. Saya bilangnya sih double combo!
Sepenggal cerita kali ini saya tulis berdasarkan pengalaman saya merasakan langsung kondisi aksi damai jilid kedua dengan agenda doa bersama. Aksi damai yang lebih dikenal dengan Aksi 212 ini diselenggarakan pada tanggal 2 Desember 2016 kemarin. Berbeda dengan aksi sebelumnya yang pernah saya tuliskan pada artikel pengalaman pertama menyaksikan demo aksi damai, kegiatan ini bertujuan untuk saling bermuhasabah dan berdoa bersama untuk masa depan umat muslim dan bangsa Indonesia secara keseluruhan. Saya memahami jika tidak semua orang memiliki pendapat yang sama mengenai aksi yang dilakukan belakangan ini. Banyak yang berpendapat bahwa aksi semacam ini hanya menghambat aktivitas ibukota dan tidak relevan dengan pancasila maupun nilai-nilai Bhineka Tunggal Ika. "Dan apakah ego sebagai mayoritas lantas dapat diagungkan untuk membabat hukum yang berlaku di tanah air?" begitu kata sebagian orang, beberapa diantaranya juga saudara kita yang muslim.
Tulisan ini saya buat untuk mendokumentasikan pengalaman saya yang super singkat dalam mengemudikan taksi online. Jika temen-temen ada yang merasa ingin atau berminat untuk menjadi driver taksi online, tulisan ini dibuat bukan untuk mempengaruhi teman-teman, dalam menaikkan maupun menurunkan semangat teman-teman. Saya pribadi hanya ingin menuliskan pengalaman saya, yang harapannya dapat dijadikan referensi atau hanya sekedar untuk melihat dari sudut pandang saya. Bisa dikatakan, tulisan ini mungkin terpengaruh oleh gaya bekerja saya di perkantoran dan bukan pekerjaan yang menguras fisik. So, mari kita simak.
Pada artikel kali ini saya mau membahas tentang memandang tipe-tipe pekerja secara garis besar berdasarkan referensi teori yang luar biasa banget. Definisi pekerja sendiri begitu luas, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Pekerja merupakan orang yang bekerja atau orang yang menerima upah atau imbalan dalam bentuk lain atas hasil kerjanya. Di Indonesia, pekerja dikaitkan dengan istilah buruh. Namun yang akan dibahas lebih dari itu, yakni meliputi karyawan atau apapun yang bekerja.
Hari ini 9 November 2016, Donald Trump baru saja memenangkan pemilu AS sebagai presiden. Sosok yang kontroversial tersebut telah berhasil mengalahkan lawannya di partai demokrat, Hillary Clinton. Siapa sangka, sosok yang mendapat banyak kecaman atas sikap dan visinya, kini duduk di bangku kepresidenan. Kemenangan tersebut tidak berselisih jauh, berikut yang saya kutip dari NewYorkTimes. Meski saya sendiri belum memahami, dari total vote jumlahnya selisih tipis, namun dari jumlah daerah kemenangan, trump mengungguli.
| source:NYTimes |
![]() |
| Tampilan Setting ISO pada kamera Fujifilm |
Pendidikan tinggi baik ditempuh melalui pendidikan universitas, institut maupun akademi merupakan suatu keharusan yang tak dipungkiri untuk menghadapi era globalisme, terutama semenjak MEA mulai diterapkan di Indonesia. Tak hanya persaingan antar warga Indonesia, melainkan kini persaingan dengan tenaga kerja asing. Setiap orang tentu mendambakan agar bisa masuk Universitas Indonesia, salah satu kampus negeri terbaik. Meski demikian, tidak semua orang bisa masuk, meskipun jalur yang dibuka untuk masuk ke UI cukup banyak. Salah satu yang akan saya ceritakan disini adalah Universitas Indonesia lewat Jalur Belakang! Yuk simak.
Siapa sangka bahwa perkataan dari Gubernur Jakarta, Ahok, mampu membuat ribuan orang islam dari berbagai daerah datang ke Jakarta untuk menyerukkan aksi protesnya. Perkataannya yang dianggap telah menyinggung Al-Qur'an dalam kunjungannya yang dilakukannya di Kep. Seribu menyebabkan sebagian umat islam tidak dapat menahan emosinya. Bila diteliti, tuntutan yang mereka inginkan sederhana, yakni agar Ahok diproses secara hukum yang berlaku di Indonesia atas tuduhan penistaan agama. Aksi yang dilakukan juga diharapkan agar pemerintah tidak hanya diam dan membuat Ahok seolah 'kebal' hukum. Pemerintah juga harus memastikan agar Ahok diproses hukumnya sebagaimana masyarakat biasa.





