Seketika sudut ruangan yang nampak biasa saja berubah begitu indah. Diantara hiruk pikuk, disela-sela perdebatan, aku menemukan sebuah tempat sunyi nan menenangkan. Tumpukkan buku-buku bersampul cantik dengan judul menggoda yang tersusun rapi sama sekali tidak mampu mencolek perhatianku dari sudut itu. Begitu jelas hingga ku tak mampu berpaling.
Dear...
Kupikir semuanya baik-baik saja. Maafkan aku yang bukan seorang peramal untuk membaca isi hatimu. Semuanya menjadi jelas, saat keheningan terasa sangat nyaring. Dan aku tidak mampu menyingkirkannya. Tapi aku tahu, setelah hari itu, semua tidak mudah lagi.
for the sake of my life
Alhamdulilah, tahun 2018 telah kita lalui. Banyak suka maupun duka yang telah dilewati. Ada yang melewati tahun 2018 dengan rasa berat dan berharap 2019 akan lebih baik. Ada pula yang melewati tahun 2018 dengan rasa riang gembira dan menunggu kejutan apa lagi yang akan ada di tahun 2019. Bagaimana dengan kamu? Tahun 2018 merupakan tahun yang cukup spesial bagiku. Segala puji syukur kuucapkan atas semua pencapaian di tahun 2018 kemarin.
Berantakan. Itulah yang terjadi pada tulisan-tulisanku akhir-akhir ini. Seperti dikejar-kejar setan. Ngga karuan. Aku menjadi terburu-buru biasanya karena ingin menyelesaikan tulisan agar bisa segera di posting. Biasanya, proses tulisan agar bisa terbit di blog ini ngga panjang, tapi perlu cermat. Sayangnya, demi bisa segera tayang, aku kadang menyampingkan itu semua. Salah sih.
Yeay! Balik lagi ke Part 2 cerita jalan-jalan ke Makassar. Setelah sebelumnya aku sudah menceritakan bagaimana keseruan di hari Jum'at, dari mulai dateng ke acara siraman Ulfa, sampe nyobain berbagai kuliner menarik di kota Makassar, nah sekarang saatnya lanjut ke cerita di hari Sabtu! Kali ini agendanya akan banyak mengenai Acara Pernikahan. Mungkin akan langsung digabung dengan hari Minggu.
Gila-gila. Baru sadar di penghujung tahun 2018, kalau banyak banget PR cerita-cerita yang belum sempat aku tulis disini. Apakah sempat dihabiskan semuanya? harusnya sih bisa kalau sehari keluar 2 cerita hmm. Shiyappp!! Okee, kali ini aku mau cerita soal pengalaman kemarin pergi ke Kota Medan. Pertama kalinya aku menginjakkan kaki di bumi Sumatera!! Sangat-sangat mengasyikkan. Terlebih, kedatanganku waktu itu, dalam rangka.... HIPHIP HURA!! uhuuy!
Tubuhku mulai lemas. Terbaring lesu diatas ranjang. Hanya setengah bagian ranjang yang kumakan. Setengahnya lagi dihabisi oleh tas, jaket, hingga barang-barang lain yang kubiarkan berantakan tak karuan. Aku menghela nafas panjang, lalu menghembuskannya perlahan. Aku sakit.
Selasa, 25 Desember 2018. Bertepatan dengan hari raya Natal, aku masih punya waktu libur sekitar 8 hari. Sayangnya di hari ini aku sudah ngga tau lagi harus ngapain. Aku punya cerita menyenangkan di tanggal 22 kemarin. Bahkan sempat kutulis dan ku posting. Beberapa jam setelahnya, ditanggal 23, aku mendapatkan cerita tidak menyenangkan yang membuatku harus mengahpus postingan sebelumnya.
Saking seringnya keluar kota, sampe lupa kalau cerita-cerita yang lama belum di update *sombong. Melanjutkan cerita saat ke Kupang beberapa waktu lalu bersama direktur kantor, kini saat yang tepat untuk kita bahas kembali. Apa keseruan di Part ini? Jadi ada kejadian yang sebelumnya saya ceritakan di Part 2. Dan akan lebih jelas seperti apa :(
